Saturday, May 3, 2014

The Amazing Spider-Man 2



Kemarin,
Dengan "agak" memaksakan, pergi nonton film ini di XXI Plaza Kalibata. Andai di Kalibata City ada bioskop, enak banget mungkin. Meskipun di Plaza Kalibata juga enggak jauh sih, tinggal jalan kaki dari Kalibata City.

Pulang kerja jam 7 malam, sampai di Kalibata City jam  19:40, dengan bergegas ke apartemen ganti baju, pipis, bersihin make up, dan langsung meluncur ke XXI Plaza Kalibata. Seorang diri. Lebih enak sendiri sih, enggak ribet saling nunggu dan segala macam.

Sampai di XXI, Alhamdulillah masih ada tempat kosong, yaaaa bisa dibilang masih banyak tempat kosong. Dengan membayar Rp 30.000,- untuk hari Jumat, gue sebenernya masih agak ragu memilih seat. I DON'T KNOW! Apa pertimbangan XXI ini, masa best view malah dibuat pintu masuk?! Tengah-tengah layar dibuat pintu masuk. Sebagai seseorang yang pernah bekerja di bioskop, gue lumayan mengertilah di mana best view untuk nonton film.

Memang ya, layar dan kursi terbaik masih dipegang oleh Blitzmegaplex, sayangnya Blitzmegaplex lumayan jauh dari rumah, jadi mau tidak mau memilih XXI.

Begitu pingin nonton film ini karena di film The Amazing Spider-Man pertama itu bagus banget, lucu, menghibur. Membayangkan betapa bagusnya film ini, jadi harus agak memaksakan diri untuk ke bioskop.

Di ending film pertamanya, ternyata benar aja, Peter tidak menjauhi Gwen, ya tapi masih kepikiran Ayahnya Gwen yang meminta Peter untuk menjauhi Gwen.

Di film kedua ini, banyak banget adegan romantis namun berakhir tragis. Tapi gue tidak meneteskan air mata. Jadi yaaaa, menurut gue kurang sedih, padahal harusnya jadi sedih banget karena Gwennya mati. Gue seseorang yang gampang terharu loh, tapi entah gue enggak sedih, kenapa ya. Mungkin lebih karena "YEAY! Peter Parker jadi jomblo." Gitu kali ya, hehehehe.

Di film ini, sangat dimanjakan adegan-adegan Spidey yang keren ke sana kemari. Animasinya bagus banget. Andrew ganteng banget. Silly but coooool!

At his bedroom. Anyway, ada satu foto Gwen dan Peter yang gue suka di kamar ini, tapi gue browsing di Google tidak menemukannya.


Pada intinya, film ini bagus sih, tapi kebanyakan musuh dan cepet banget diatasinya. Penasaran, siapa pacar Peter Parker selanjutnya, enggka mungkin kan dia terus-terusan jomblo? :)



Beberapa musuh Spidey di film ini:

Green Goblin. Namanya Harry Osborn, awalnya dia merupakan teman Peter Parker. Dia meminta tolong Peter untuk meminta Spidey memberikan darah untuknya, agar dia tidak mati seperti Ayahnya. Tetapi Peter menolak karena kalau tidak cocok sesuatu yang lebih buruk akan terjadi. Jadilah Harry ini sangat membenci Spider-Man.


Electro. Namanya Max Dillon, awalnya Max adalah seorang Teknisi di Oscorp yang sama sekali tidak dianggap. Dia pernah ditolong oleh Spidey dan kemudian menjadi fan fanatik Spidey, tetapi pada saat dia berubah menjadi Electro karena jatuh ke ke sebuah akuarium yang berisi ikan listrik, dia berubah membenci Spidey karena merasa telah dijebak, padahal itu karena polisi yang menembaknya.


Rhino. Namanya Aleksei Sytsevich, awalnya dia merupakan penjahat yang ditangkap Spidey pada awal cerita.

No comments:

Post a Comment